Menu

Kamis, 21 Maret 2013

Pentingnya Mempelajari Sejarah


Untuk menjadi kaya, sukses, hidup bahagia, janganlah melupakan masa lalu. Sejarah perlu dipelajari untuk memulai perubahan dan mengambil tindakan tepat terhadap tujuan kita.


Seperti hukum alam yang ada siang dan malam, panas dan dingin, hujan dan terang, pasang dan surut , yang abadi di dunia ini adalah Tuhan dan Perubahan itu sendiri.


Robert kiyosaki berharap bahwa perkiraan dia terhadap apa yang akan terjadi salah, mungkin pemerintah bisa terus membuat janji-janji untuk mengurus orang-orang : terus menaikkan pajak, dan terus tenggelam dalam hutang yang lebih besar. Mungkin bursa saham akan selalu naik dan tidak pernah turun lagi… dan mungkin harga–harga real estate akan selalu naik dan rumah anda akan menjadi investasi terbaik anda. Dan mungkin jutaan orang akan menemukan kebahagiaan dengan memperoleh upah minimum serta bisa memberikan hidup yang baik bagi keluarga mereka. Mungkin semua itu bisa terjadi. Tapi menurut Robert Kiyosaki tidak mungkin. Kalau kita berpatokan pada sejarah.


Menurut sejarah, kalau orang hidup sampai 75 tahun, mereka akan mengalami dua resesi dan satu depresi. Para baby boomer telah mengalami dua resesi, tapi belum mengalami depresi. Mungkin takkan pernah depresi lagi. Tapi menurut sejarah tidak begitu. Kita harus belajar sejarah ekonomi dan perubahannya yang lebih panjang dan perspektif yang lebih baik tentang asal dan tujuan kita.


Depresi bukan problem masa lalu, karena kita semua adalah manusia yang akan selalu mempunyai emosi serakah dan takut. Dan ketika rasa serakah dan takut bertabrakan , maka seseorang mengalami kerugian besar , dan emosi berikutnya adalah depresi. Depresi terdiri dari 2 emosi manusia :


1. Marah
2. Sedih


Marah kepada diri sendiri dan sedih karena kerugian. Depresi ekonomi adalah depresi emosi.


Di Indonesia atau di dunia ada siklus atau pola perubahan 12 tahunan. Diawali tahun 1945 ada kejadian Indonesia merdeka, dan perubahan ini menimbulkan peluang bisnis sehingga banyak orang kaya baru. Tahun 1957 Malaysia merdeka, terjadi perubahan peta perdagangan di Asia Tenggara, banyak orang kaya baru. Tahun 1969 pemerintah orde baru membuat peluang dan membuat rang kaya baru. Tahun 1981, terjadi booming saham di Asia Tenggara sehingga monyet pun (tidak perlu orang pintar) yang membeli saham akan kaya. Tahun 1993, terjadi

Senin, 18 Maret 2013

7 PRINSIP YANG DILAKUKAN


1. Miliki niat yang sungguh - sungguh.
2. 80% fokus peluang usaha
3. Hadapi kenyataan dan hentikan kebiasaan yang merugikan.
4. Selesaikan satu persatu persoalan.
5. Kesungguhan dalam menghadapi segala persoalan.
6. Bayarkan ketika bisa.
7. Melakukan kebaikan sebanyak mungkin.

Kecepatan anda mencapai kesuksesan, berbanding lurus dengan keyakinan anda.
semoga anda lebih sukses ditahun ini

KESUKSESAN

Setiap orang boleh mengharapkan kekuseksesan, 
dan kebanyakan orang melakukannya, 
tetapi hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa rencana yang pasti, 
ditambah keinginan yang menggebu - menggebu untuk menjadi sukses, 
adalah satu - satunya cara yang bisa dipercayai untuk mencapai kesuksesan.

Sabtu, 16 Maret 2013

SIKAP HIDUP

1. Kalau mau sukses, jangan bersikap seperti ingin gagal.

2. Kalau mau pandai, jangan malas.

3. Kalau mau malas, ingat kemiskinan.

4. Kalau tidak mau kaya, jangan memimpikan kehidupan yang sejahtera.

5. Kalau memang maunya miskin, jangan mengeluh.

6. Kalau tahu diri tidak tampan, harus semakin giat untuk sukses.

7. Kalau kurang rezeki, jangan hanya tambah doa tapi tidak tambah rajin bekerja.

8. Orang baik rezekinya baik.

9. Orang yang suka mencuri, selalu kehilangan dari sudut-sudut yang tidak diketahuinya.

10. Orang yang jujur, sering ketambahan rezeki dari sudut-sudut yang tidak diketahuinya.

Ingat ya?

11. Kalau uang Anda banyak sekali, Anda akan kaya sekali.

Jumat, 15 Maret 2013

“Manusia adalah mahluk hidup dimuka bumi yang paling ajaib …”



“Manusia adalah mahluk hidup dimuka bumi yang paling ajaib …”
Pernyataan diatas adalah fakta alami yang tak bisa dipungkiri, jadi anda sebenarnya memiliki kehebatan dalam diri anda yang belum anda pergunakan.
Anda sebenarnya memiliki kehebatan dalam diri anda untuk dapat melakukan semua yang anda inginkan. Anda memiliki kekuatan yang hebat, yang dapat merubah nasib anda, mencapai sukses dalam kehidupan anda.
Anda adalah pemilik kekuatan hebat tersebut, dimana bila anda mulai menggunakannya dengan baik, akan membuka jalan anda untuk mencapai kebahagiaan, kesehatan, kekayaan dan panjang umur…
Ya, anda adalah anggota dari mahluk hidup yang dinamakan “Ciptaan Tuhan Yang Paling Ajaib, manusia…!!!”
Pada saat mahluk hidup lainnya masih berjuang untuk mampu hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan alam kehidupan, nenek moyang anda sudah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan alam dan sudah mampu merubah lingkungan alam agar sesuai dengan kemauannya.
Manusia telah menundukan alam dan melanjutkan melakukan berbagai penemuan baru dan menggunakan berbagai  mistery kehidupan.
Anda dapat memanfaatkan berbagai temuan mereka dan memanfaatkan kekuatan gaib yang mereka temukan juga. Kekuatan ini sangat luas sekali, lebih luas dari apapun yang pernah anda bayangkan sekarang ini.
Dengan membaca dan mempelajari buku ini, anda akan mengetahui bahwa anda akan mampu mendapatkannya bagi kebaikan hidup anda.
Walaupun manusia sebenarnya memiliki potensi kehebatan yang luar biasa dalam dirinya, tapi kenyataannya mereka kebanyakan tak mengenal baik potensinya tersebut.
Mereka umumnya hanya mengenal dirinya ibarat hanya mengenal lapisan kulit tubuhnya saja, tidak tahu isinya yang lebih dalam, bahwa ada daging, tulang dan jantung….dll.
Keajaiban manusia mirip dengan keajaiban alam semesta yang sangat penuh mistery, tapi potensi keajaiban manusia sebenarnya lebih mungkin diungkapkan, dikuasai dan dimanfaatkan, karena semua itu ada dalam diri anda sendiri…!!!.
Anda selama ini mungkin tak pernah berbuat apa apa untuk menyelidiki tentang potensi anda yang tersembunyi. Padahal, kalau anda sudah berhasil menemukan potensi kehebatan kekuatan anda yang sangat besar dan anda sudah mulai menggunakannya, maka kemampuan  anda akan menjadi tak terbatas…!!!
“Anda memiliki Anugerah Emas…”
Anugerah Emas tersebut adalah Otak anda.
Didalam otak anda terdapat kekuatan yang mampu memanfaatkan sumberdaya yang belum bisa digunakan.
Otak dan alam fikiran yang ada didalamnya adalah aset yang sangat berharga.
Anugerah emas ini memberi anda kekuatan untuk mampu mengontrol semua hal yang penting bagi kesuksesan hidup anda.
Anda menggunakan otak anda setiap hari, tapi selama ini tak menggunakannya secara optimal.
Dalam bab ini, anda akan diberitahukan tentang bagaimana menggunakan otak anda dengan optimal. Anda akan mendapat kemajuan besar dalam menggunakan kekuatan pikiran anda.
Kekuatan pikiran anda akan membuat anda lebih bahagia, lebih sehat, lebih fit, panjang umur dan lebih sukses.
Intinya, kekuatan pikiran anda akan memberikan anda kemampuan untuk mengontrol dan mengendalikan semua aspek penting dalam seluruh hidup dan kehidupan anda…!!!
Sebelum anda mulai mempelajari tentang otak dan kekuatan alam pikiran yang ada didalamnya, marilah sejenak melihat kebelakang, kemasa beberapa abad yang lalu, untuk mempelajari dan mengetahui apakah manusia itu dan apapula pikiran manusia itu. Darimana manusia itu berasal dan mengapa manusia memiliki pikiran.
Teory tentang asal muasal manusia, beraneka ragam, tergantung siapa yang menceritakannya.
Walau ada perbedaan antara cerita dari berbagai Kitab Suci dengan para ilmiawan, tapi pada dasarnya, manusia diciptakan sebagai mahluk “Creator/Pencipta”.
Sejarah kehidupan nenek moyang manusia membuktikan bahwa manusia memiliki kelebihan dari mahluk bumi lainnya karena memiliki kecerdasan intelektual, mempunyai kekuatan pikiran, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan alam dan mampu

4 Disiplin Sukses



4 Disiplin Sukses:
1. Disiplin Diri
1.1. Menjadi Pembelajar terbaik.
1.2. Melakukan kebaikan setiap hari.
1.3. Memimpin dengan keteladanan.
1.4. Meningkatkan ketaqwaan dari waktu ke waktu.
2. Disiplin Muslim
2.1. Senantiasa bersabar.
2.2. Senantiasa bersyukur.
2.3. Selalu kembali kepada Al- Qur'an dan Al-Hadist.
2.4. Ambil bagian membangun agama dan bangsa.
3. Disiplin Bisnis
3.1. Menguasai pemasaran.
3.2. Menguasai Cashflow.
3.3. Memutuskan dengan intelektual.
3.4. Bertanya kepada yang lebih ahli.
4. Disiplin Keuangan
4.1. Sedekah minimal 10% dari penghasilan
4.2. Menabung minimal 10% dari penghasilan
4.3. Hidup semurah mungkin
4.4. Membiasakan berpikir investasi 10 jam dalam sebulan

KEBIASAAN ORANG SUKSES

Sukses adalah hak setiap orang, dengan mengenal jalan untuk sukses berarti kita telah selangkah menuju sukses. Semoga bermanfaat
Pertama, kebiasaan bertanggung jawab ( proactive ).
Kedua, kebiasaan berorientasi pada tujuan ( begin with the end in mind ).
Ketiga, kebiasaan mendahulukan yang utama ( put first things first ).
Keempat, kebiasaan berpikir menang-menang ( think win/win ).
Kelima, kebiasaan memahami terlebih dahulu, baru kemudian dipahami ( seek first to understand, then to be understood ).
Keenam, kebiasaan bersinergi ( synergize ).
Ketujuh, kebiasaan melakukan perbaikan diri secara terus menerus ( sharpen the saw ).
Kedelapan, kebiasaan menemukan panggilan jiwa dan mengilhami orang lain menemukan panggilan jiwa mereka ( find your voice and inspire others to find theirs ).
Voice adalah semacam potensi terpendam ( energi spiritual ) yang menggerakkan, memotivasi dan menginspirasi kita untuk mencapai greatness. Untuk mencapai greatness kita tidak cukup hanya memiliki IQ ( visi, kompetensi, pengetahuan, intelegensia ) dan EQ ( motivasi, empati, keuletan ) tetapi juga SQ ( suara hati yang ditiupkan oleh Allah pemilik Asmaul Husna dalam God Spot atau bagian lobus temporal otak kita ). Untuk mencapai greatness tidak cukup hanya memiliki talent ( IQ ) dan passion ( EQ ), tetapi juga conscience ( SQ )

Selasa, 26 Februari 2013

5 Jenis kecerdasan manusia

1. Intellegent Quotient (IQ)
Kecerdasan Pikiran ini merupakan kecerdasan yang bertumpu kemampuan otak kita untuk berpikir dalam menyelesaikan masalah. Jika kita mengikuti Psikotes, ada banyak soal yang menuntut kejelian pikiran kita untuk menjawabnya, misalnya soal mengenai delik ruang seperti bentuk ruang kubus yang diputar-putar akan menjadi seperti apa. Soal ini bertujuan untuk melihat kemampuan pikiran kita dalam menyelesaikan suatu masalah dari berbagai sisi.

Sudah bertahun-tahun dunia akademik, dunia militer (sistem rekrutmen dan promosi personel militer) dan dunia kerja, menggunakan IQ sebagai standar mengukur kecerdasan seseorang. Tetapi namanya juga temuan manusia, istilah tehnis yang berasal dari hasil kerja Alfred Binet ini (1857 – 1911) lama kelamaan mendapat sorotan dari para ahli dan mereka mencatat sedikitnya ada dua kelemahan (bukan kesalahan) yang menuntut untuk diperbaruhi, yaitu:
a. Pemahaman absolut terhadap skor IQ
Steve Hallam berpandangan, pendapat yang menyatakan kecerdasan manusia itu sudah seperti angka mati dan tidak bisa diubah, adalah tidak tepat. Penemuan modern menunjuk pada fakta bahwa kecerdasan manusia itu hanya 42% yang dibawa dari lahir, sementara sisanya, 58% merupakan hasil dari proses belajar.

b. Cakupan kecerdasan manusia : kecerdasan nalar, matematika dan logika
Steve Hallam sekali lagi mengatakan bahwa pandangan tersebut tidaklah tepat, sebab dewasa ini makin banyak pembuktian yang mengarah pada fakta bahwa kecerdasan manusia itu bermacam-macam. Buktinya, Michael Jordan dikatakan cerdas selama berhubungan dengan bola basket. Mozart dikatakan cerdas selama berurusan dengan musik. Mike Tyson dikatakan cerdas selama berhubungan dengan ring tinju.


2. Emotional Quotient (EQ)
Disebut juga kecerdasan Emosi. Kecerdasan Emosi ini didasarkan kepada kemampuan manusia dalam mengelola emosi dan perasaan. Kecerdasan Emosi ini sangat berpengaruh dalam performace dan kecakapan emosi kita dalam bekerja, dan juga kemampuan diri kita dalam menghadapi suatu masalah. Seseorang yang memiliki Emosi yang buruk walaupun IQ nya besar, dia akan gagal dalam hidupnya dikarenakan tidak mampu mengontrol diri saat menghadapi suatu masalah. Kecerdasan emosi sudah menjadi suatu tolok ukur utama yang dicari oleh perusahaan pada pegawainya dan sering merupakan karakteristik penentu kesuksesan dalam kerja dan pembedaan kinerja dan performace suatu karyawan. Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mendapatkan dan menerapkan pengetahuan dari emosi diri dan emosi orang lain agar bisa lebih berhasil dan bisa mencapai kehidupan yang lebih memuaskan. Dalam psikotes pun kecerdasan emosi ini sering menjadi tolak ukur utama dalam merekrut pegawai, karena dengan kecerdasan emosi yang tinggi walaupun memiliki IQ yang rendah cenderung perusahaan merekrut pegawai yang memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, karena kecerdasan IQ mudah untuk ditingkatkan dibandingkan kecerdasan emosi.

Daniel Golemen, dalam bukunya Emotional Intelligence (1994) menyatakan bahwa “kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20 % dan sisanya yang 80 % ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut Kecerdasan Emosional. Dari nama tehnis itu ada yang berpendapat bahwa kalau IQ mengangkat fungsi pikiran, EQ mengangkat fungsi perasaan. Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya; bisa mengusahakan kebahagian dari dalam dirinya sendiri dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaatKarena kecerdasan emosi ini lebih ditekankan kepada jati diri dan emosi kita. Walaupun emosi dapat dikontrol dengan mengikuti pelatihan-pelatihan seperti ESQ dan lainnya, tetapi butuh kesadaran tinggi untuk mengontrol emosi kita ini.


3. Spiritual Qoutient (SQ)
Kecerdasan Spiritual ini berkaitan dengan keyakinan kita kepada Tuhan.Kecerdasan ini muncul apabila kita benar-benar yakin atas segala ciptaannya dan segala kuasanya kepada manusia (bukan atheis).

Danah Zohar, penggagas istilah tehnis SQ (Kecerdasan Spiritual) dikatakan bahwa kalau IQ bekerja untuk melihat ke luar (mata pikiran), dan EQ bekerja mengolah yang di dalam (telinga perasaan), maka SQ (spiritual quotient) menunjuk pada kondisi ‘pusat-diri’ ( Danah Zohar & Ian Marshall: SQ the ultimate intelligence: 2001). Kecerdasan ini adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada di balik kenyataan apa adanya ini. Kecerdasan ini bukan kecerdasan agama dalam versi yang dibatasi oleh kepentingan-pengertian manusia dan sudah menjadi ter-kavling-kavling sedemikian rupa. Kecerdasan spiritual lebih berurusan dengan pencerahan jiwa. Orang yang ber – SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan memberi makna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yang dialaminya. Dengan memberi makna yang positif itu, ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan yang positif.


4. Moral Quotient (MQ)
Nilai, filosofi, dan kumpulan kecerdasan moral memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap bisnis. Hal tersebut merupakan dasar dari visi, tujuan, dan budaya organisasi. Tantangan dari kecerdasan moral bukan hanya untuk mengetahui yang benar dan yang salah, namun juga untuk berbuat serta melakukan tindakan yang benar. Pada segolongan populasi manusia terdapat sekelompok manusia dengan jumlah prosentase yang kecil menderita, mengalami sakit jiwa ataupun terkucil. Kelompok ini kemungkinan tidak “mengerti” yang benar dan yang salah. Mengapa kita tidak lebih sering melakukan tindakan yang tepat? Kebanyakan orang melakukan tindakan yang tepat kadang-kadang saja. Bertindak atas setiap keputusan yang kita buat setiap hari, mempertimbangkan apa yang “benar”, apa yang lebih baik dan dapat membantu komunitas kita, organisasi, dan orang lain. Namun kita tidak selalu setuju dengan apa yang benar.

Dalam hal ini nilai dan filosofi turut berperan. Penilaian kita menjadi dasar dalam percaya dan menentukan tindakan. Filosofi merupakan jalan bagi kita untuk menentukan nilai. Filosofi yang cerdas merupakan keinginan untuk memahami manusia, benda, dan dunia melalui rangkaian kata yang menggambarkan bagaimana mereka bekerja dengan demikian menyediakan suatu keamanan emosional dalam meramalkan masa depan. Manusia dengan filosofi mempercayakan pada logika dalam membuat keputusan, dan menaksirkan harga dari sesuatu melawan “kode” yang mendasar atau mengatur garis pedoman yang menyebabkan ketegangan. Manusia dengan pandangan ini mempercayakan pada kesadaran persaingan, terkadang pada wewenang sosial yang terpisah. Anda mungkin pernah mendengar perkataan seseorang dengan filosofi yang cerdas, contohnya: “jika anda memiliki solusi yang luwes, orang lain akan mempercayainya. Tidak perlu mencoba untuk meyakinkan mereka mengenai kebaikannya.” Mereka dapat menggunakan sebuah gaya kemimpinan, jika visi yang digambarkan menjadi penyebab yang baik di masa depan.

Dalam hipotesa penelitian ini ditemukan bahwa terdapat hal lebih mendasar dari kemampuan kecerdasan emosional. Hal tersebut tampak semacam kompas moral. Hal tersebut merupakan jantung dari kesuksesan bisnis yang berjalan lama. “Sesuatu yang lebih” ini dinamakan kecerdasan moral (moral intelligence). Kecerdasan moral merupakan kapasitas mental untuk menentukan bagaimana prinsip umum manusia yang harus digunakan pada nilai, tujuan, dan tindakan. Istilah yang mudah, kecerdasan moral merupakan kemampuan untuk membedakan yang benar dari yang salah seperti yang didefinisikan oleh prinsip umum. Prinsip umum merupakan kepercayaan mengenai tingkah laku manusia secara umum pada seluruh budaya di dunia.

Kecerdasan moral bukan hanya penting untuk mengefektifkan kepemimpinan, namun juga merupakan “pusat kecerdasan” bagi seluruh manusia. Mengapa? Karena kecerdasan moral secara langsung mendasari kecerdasan manusia untuk berbuat sesuatu yang berguna. Kecerdasan moral memberikan hidup manusia memiliki tujuan. Tanpa kecerdasan moral, kita tidak dapat berbuat sesuatu dan peristiwa-peristiwa yang menjadi pengalaman jadi tidak berarti. Tanpa kecerdasan moral kita tidak akan tahu mengapa pekerjaan yang kita lakukan? Dan apa yang harus dikerjakan?


5. Adversity Quotient
Ketika akhirnya Thomas Alva Edison (1847 - 1931) berhasil menemukan baterai yang ringan dan tahan lama, dia telah melewati 50.000 percobaan dan bekerja selama 20 tahun. Tak heran kalau ada yang bertanya, “Mr. Edison, Anda telah gagal 50.000 kali, lalu apa yang membuat Anda yakin bahwa akhirnya Anda akan berhasil?” Secara spontan Edison langsung menjawab, “Berhasil? Bukan hanya berhasil, saya telah mendapatkan banyak hasil.

Apakah adversity quotient (AQ) itu? Menurut Stoltz, AQ adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan. “AQ merupakan faktor yang dapat menentukan bagaimana, jadi atau tidaknya, serta sejauh mana sikap, kemampuan dan kinerja Anda terwujud di dunia,” tulis Stoltz. Pendek kata, orang yang memiliki AQ tinggi akan lebih mampu mewujudkan cita-citanya dibandingkan orang yang AQ-nya lebih rendah.

Untuk memberikan gambaran, Stoltz meminjam terminologi para pendaki gunung. Dalam hal ini, Stoltz membagi para pendaki gunung menjadi tiga bagian:
1. Quitter (yang menyerah). Para quitter adalah para pekerja yang sekadar untuk bertahan hidup). Mereka ini gampang putus asa dan menyerah di tengah jalan
2. Camper (berkemah di tengah perjalanan) Para camper lebih baik, karena biasanya mereka berani melakukan pekerjaan yang berisiko, tetapi tetap mengambil risiko yang terukur dan aman. “Ngapain capek-capek” atau “segini juga udah cukup” adalah moto para campers. Orang-orang ini sekurang-kurangnya sudah merasakan tantangan, dan selangkah lebih maju dari para quitters. Sayangnya banyak potensi diri yang tidak teraktualisasikan, dan yang jelas pendakian itu sebenarnya belum selesai.
3. climber (pendaki yang mencapai puncak). Para climber, yakni mereka, yang dengan segala keberaniannya menghadapi risiko, akan menuntaskan pekerjaannya. Mereka mampu menikmati proses menuju keberhasilan, walau mereka tahu bahwa akan banyak rintangan dan kesulitan yang menghadang. Namun, di balik kesulitan itu ia akan mendapatkan banyak kemudahan.”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. Dalam konteks ini, para climber dianggap memiliki AQ tinggi. Dengan kata lain, AQ membedakan antara para climber, camper, dan quitter.

Jawaban luar biasa dari pencipta lampu pijar itu menjadi salah satu contoh ekstrem seorang climber (pendaki)–yang dianggap memiliki kecerdasan mengatasi kesulitan (adversity quotient, AQ) tinggi. Terminologi AQ memang tidak sepopuler kecerdasan emosi (emotional quotient) milik Daniel Goleman, kecerdasan finansial (financial quotient) milik Robert T. Kiyosaki, atau kecerdasan eksekusi (execution quotient) karya Stephen R. Covey. AQ ternyata bukan sekadar anugerah yang bersifat given. AQ ternyata bisa dipelajari. Dengan latihan-latihan tertentu, setiap orang bisa diberi pelatihan untuk meningkatkan level AQ-nya. Manusia sejati adalah manusia yang jika menempuh perjalanan yang sulit, mereka selalu optimis; sedangkan jika mereka melewati perjalanan yang mudah mereka malah khawatir.

Dalam kehidupan nyata, hanya para climbers-lah yang akan mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan sejati. Sebuah penelitian yang dilakukan Charles Handy-seorang pengamat ekonomi kenamaan asal Inggris terhadap ratusan orang sukses di Inggris memperlihatkan bahwa mereka memiliki tiga karakter yang sama. Yaitu, pertama, mereka berdedikasi tinggi terhadap apa yang tengah dijalankannya. Dedikasi itu bisa berupa komitmen, kecintaan atau ambisi untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. Kedua, mereka memiliki determinasi. Kemauan untuk mencapai tujuan, bekerja keras, berkeyakinan, pantang menyerah dan kemauan untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Dan ketiga, selalu berbeda dengan orang lain. Orang sukses memakai jalan, cara atau sistem bekerja yang berbeda dengan orang lain pada umumnya. Dua dari tiga karakter orang sukses yang diungkapkan Handy dalam The New Alchemist tersebut erat kaitannya dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan


Dalam dunia kerja, mengapa para karyawan yang ber-IPK tinggi kalah bersaing dibandingkan para karyawan lain yang ber-IPK rendah tetapi lebih berani dalam bertindak?

Senin, 04 Februari 2013

REDENOMINASASI

Ternyata Redenominasi rupiah Rp 1000 diubah menjadi Rp 1 menuai keberatan banyak pihak, antara lain sbb:
1) Bupati Pulau Seribu keberatan kalau menjadi Bupati Pulau Satu.
2) Marga Pasaribu di Tapanuli keberatan kalau harus menjadi Marga Pasar Satu.
3) Ahli bahasa tidak setuju kalau ungkapan "mengambil langkah seribu" menjadi "mengambil langkah satu", atau "seribu janji" menjadi "satu janji".
4) Sastrawan keberatan kalau sajak Chairil Anwar yg berbunyi "aku ingin hidup seribu tahun lagi" dirubah jadi "aku ingin hidup satu tahun lagi".
5) Para da'i sejuta umat tidak mau diganti menjadi da'i seribu umat.
6) Biolog tidak setuju binatang kaki seribu diganti menjadi binatang kaki satu.
 7) Titiek Puspa keberatan kalau lirik lagu "jatuh cinta sejuta rasanya" diganti jadi hanya "seribu rasanya"...:
 8) Para artis tidak setuju acara malam sejuta bintang dikurangi jadi malam seribu bintang. :
9) Para jutawan tidak mau disebut ribuwan...
10) Masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak mau mengganti "nyuwun sewu" jadi "nyuwun setunggal".
11) Yang Jelas juga akan di Tolak mentah2 oleh Fraksi PDI-P karena gak rela Megawati jadi Kilowati..

BEDA NIKAH SAMA KAWIN

Beda nikah ame kawin...:
• Nikah ngundang banyak orang,
• Kawin hanya ingin berduaan

• Nikah berarti menyatukan orang yg beda.
• Kawin berarti menyatukan kelamin yg beda

• Nikah berarti menyebarkan undangan.
• Kawin menyebarkan "benih"

• Nikah pake busana bagus, didandanin.
 • Kawin tanpa busana,  saling menelanjangin


• Nikah butuh Surat,
• Kawin butuh Urat

• nikah pake resepsi,
• kl kawin pake kontrasepsi

Ada lagi yg mau nambahin ? Monggo

Fokus


"Salah satu alasan begitu sedikit orang yang meraih apa yang diinginkannya adalah karena kita
tidak pernah fokus; kita tidak pernah konsentrasi pada kekuatan kita. Kebanyakan orang hanya mencoba-coba berbagai macam jalan dalam hidup mereka. Mereka tidak pernah memutuskan untuk menguasai suatu bidang khusus" -  Tony Robbins
Dear Anda,

Masih ingatkah Anda percobaan membakar sebuah kertas dengan kaca  pembesar ketika masih sekolah dulu?  Kertas itu terbakar setelah kaca  pembesar berhasil memfokuskan sinar matahari pada satu titik. Kita pun demikian!

Manusia sebenarnya diciptakan Tuhan dengan potensi yang tidak terbatas.  Tapi kenyataannya, sedikit saja orang  yang berusaha mencapainya. Kita  memang dapat melakukan apa saja,  tetapi kita tidak selalu dapat mengerjakan semua.

Membiarkan orang lain memutuskan agenda Anda dalam hidup ini, membuat  Anda tidak  fokus pada tujuan hidup. Anda mungkin bisa menjadi orang yang mengerjakan banyak hal, tetapi tidak dapat menguasai sepenuhnya.

Sebaiknya hindari menjadi orang yang   mampu mengerjakan beberapa pekerjaan,  tetapi fokuslah pada satu keahlian.

Anda, bertumbuhlah untuk mencapai potensi maksimal dengan cara:

1.      Fokus pada satu sasaran utama

2.      Fokus pada peningkatan yang berkesinambungan

3.      Fokus pada masa depan,  bukan  masa lalu


Fokus pada kekuatanmu dan kembangkan kekuatan itu. Di sanalah Anda harus  mencurahkan waktu, energi dan sumber  daya Anda. Teruslah bertumbuh dan  tingkatkan diri. Dalam kepemimpinan, jika Anda berhenti bertumbuh, habislah Anda.