Menu

Selasa, 22 Januari 2013

Bagaimana Menimbang Resiko Dalam Memulai Bisnis ?


Dalam memulai suatu Bisnis, yang paling menghambat seseorang bukan modal ataupun ilmu tetapi adalah rasa takut menghadapi resiko. Apabila kita mau memulai
bisnis harus belajar yang namanya menimbang resiko, dimana kita dapat tahu dan menilai berapa besar resiko yang akan kita hadapi ketika memulai bisnis tersebut.

 Sering kali seseorang ingin memulai bisnis, yang menghambat mereka bukan karena kurang ilmu nya, pengetahuan, atau bahkan kurang modal, melainkan rasa takut. Takut lah yang menghambat
mereka untuk memulai bisnis, kalau kita mau mulai belajar bisnis alangkah baik nya kita mengenal satu yang nama nya resiko. Resiko dengan beresiko adalah berbeda, resiko ada 2 unsur. Yaitu, pertama besar kecil kemungkinan terjadi nya, yang kedua adalah besar kecil akibat nya, bisa itu positif atau negatif. Sedangkan beresiko apabila kita sudah menimbang resiko nya, yaitu besar kecil kemungkinan terjadi nya serta besar kecil akibat negatif nya dan positif nya. Ternyata resiko nya tidak bisa kita terima, berarti bisnis tersebut beresiko. Mari kita tes dengan angka, misal nya anda mulai bisnis
dengan kemungkinan berhasil 1:9. Maksud nya apa, anda bisnis 10 kali berhasil nya cuma sekali, yang kesepuluh bangkrut. Kirakira anda mau atau tidak, tentu saja anda berbicara tidak mau. Kenapa tidak mau karena anda merasa kemungkinan gagal nya jauh lebih besar dan anda tidak mau. Anda lupa menimbang apa yang perlu anda timbang? Yaitu besar kecil nya akibat nya kalau terjadi. Misal nya begini, kalau anda bisnis akibat nya kalau gagal anda cuma bayar satu, tetapi kalau berhasil anda dapat 50 kali. Mari sekarang kita hitung lagi, saya ulangi sekali lagi. Kalau anda tidak berhasil efek nya paling buruk anda bayar nya cuma satu.
Tetapi sekali berhasil anda dapat 50 resiko nya, bisa anda terima. Mari kita hitung usaha anda, 10 kali berhasil nya cuma 1. Berarti anda gagal nya 9 kali dan anda bayar satu, satu saja.
Tetapi kalau anda berhasil dapat nya 50 kira-kira mau tidak? Mau, berapa kali. Anda pasti mau sebanyak-banyak nya bisnis dengan kemungkinan berhasil 10 persen. Karena kalau sekali berhasil anda dapat 50 kali lipat di banding kalau anda gagal sekali.


Sekarang ketika mulai bisnis kita akan selalu menimbang akan hal ini. Kemungkinan berhasil nya berapa persen dan kemudian yang kedua adalah akibat nya apa kalau saya berhasil saya dapat apa? Tetapi kalau saya tidak berhasil saya bayar berapa. Berarti tergantung juga satu unsur lagi dari kondisi keuangan anda. Kalau kondisi keuangan anda hari ini misalnya 20, anda mainnya berapa? Misalnya anda main nya dua,dua,dua. atau anda main nya satu,satu. Atau main nya sepuluh, sepuluh dan anda cuma main dua kali saja. Kalau kemungkinan berhasil nya 1:9 atau 10 persen, anda cuma punya uang 20 anda harus main dan main
nya satuan saja. Misal nya Rp 20.000.000 anda main nya Rp 1.000.000, Rp.1.000.000. Tetapi kalau Rp 100.000.000 anda main Rp10.000.000 ,Rp10.000.000 . Karena rasio keberhasilan nya 1:9 main 10 kali 9 kali gagal dan 1 kali berhasil. Mungkin tidak ternyata luput anda main
Rp20.000.000 dan ikut Rp 1.000.000. Kalau sampai kalah 15 kali pun tidak masalah. Begitu ke 16 kali menang dan dapat Rp50.000.000 baru seru. Dengan demikian ketika memulai bisnis anda mulai tanya, resiko nya apa. Resiko yang paling buruk apa, misalnya resiko paling buruk saya kehilangan sejumlah uang sekian. Saya sudah rela, kemudian kemungkinan berhasil nya 50:50. Dan kalau saya berhasil dapat nya “Lima kali lipat”. Yang paling penting saya bisa main 3 kali sampai 4 kali. sekali menang saya dapat 5 kali lipat. Dengan me manage resiko seperti ini kita gali pertanyaan lagi.


Misalnya begini, ketika mau mulai bisnis, akibat nya kalau saya bisnis ini saya kehilangan Rp100.000.000 , dan Rp100.000.000 masih bisa saya terima. Tetapi lebih baik anda tanya lagi supaya kalau Rp1.000.000 kemungkinan resiko nya jauh lebih kecil. Ini bisa tidak pakai istilah bagi hasil. Tidak harus keluar modal terlebih dahulu, modal nya bisa dari orang lain terlebih dahulu atau dari suplier anda.


Sehingga anda tidak pakai modal dan kemungkinan anda ruginya jauh lebih nol lagi karena sudah tanpa modal sama sekali. Kemudian anda bisa “Konsinyasi” terlebih dahulu, akibat
nya kalau anda tidak laku anda bisa kembalikan saja. Pertanyaan kedua supaya kemungkinan berhasil nya jauh lebih besar setelah anda mulai menimbang resiko anda jangan lupa
tanya kedua hal ini. Karena supaya akibatnya jauh lebih kecil, bisa tidak konsinyasi dulu atau bisa tidak ada garansi nya. Supaya kemungkinan untung jauh lebih besar, saya harus belajar dengan siapa. Ketika anda menimbang seperti ini, hidup anda akan jauh lebih berani ambil resiko. Karena resiko selalu ada dan bisa terjadi dimana-mana. Memang di luar pemikiran kita, tetapi kalau kita bisa terima anda mendengarkan cd saya ini anda juga menyaksikan dvd ini. Pertanyaan nya ada tidak resiko nya? Bisa jadi rumah anda di tabrak pesawat terbang dan anda mati, mungkin tidak? Itu mungkin sekali dan pertanyaan nya itu resiko dan ini kemungkinan nya kecil. Atau bisa juga saat ini jika anda nonton ramai-ramai bersama saudara anda mungkin tidak kemungkinan nya dapat terjadi, atau resiko ini terjadi tetapi akibat nya kecil. Misalnya orang yang seruangan anda kentut, pasti kan ada efeknya. Ya efeknya itu bau, kemungkinan terjadi nya besar dan itu bisa kita abaikan. Sesuatu hal yang kita timbang ini kita tidak mampu menerima nya berarti resiko.


Anda mulai usaha dengan modal 10 Milyar, duit anda cuma 2 Milyar. Yang 8 Milyar anda utang dengan cara anda gadaikan rumah dan sebagainya, bahkan anda hutang kepada mafia dan
mafia nya kejam sekali. “Awas ya saya tahu anak mu sekolah dimana kalau ada apa-apa nanti saya incar anak mu”. Kemudian anda kerja sama dengan orang yang baru anda kenal, dan orang tadi baru 2 bulan keluar dari penjara. Bagi anda bisnis nya beresiko tidak, tetapi dengan kondisi yang sama dan dengan kepemilikan harta nya lebih banyak. Misalnya Bill Gates modalnya 10 Milyar kemungkinan berhasil nya hampir nol karena partner nya habis keluar dari penjara dan dia bergelut di dunia yang baru. Bagi Bill Gates itu beresiko atau tidak beresiko. Saya simpulkan kalau anda mau bisnis atau investasi pertimbang kan resiko atau beresiko.
Kalau resiko nya ada dan anda terima kemungkinan berhasil dan bisa anda terima. Kalau anda kena resiko lebih kecil maka akibat nya kecil. Dan juga siapa yang bisa bantu saya saya harus join sama siapa dan sudah anda timbang semua ternyata masih bisa terima resiko dengan misi kekayaan anda. Apalagi kemungkinan kalau menang dapat nya banyak. “Why not”.

Action Plan:
1. Buat list rencana Bisnis baru
2. Nilai berapa resikonya
3. Apakah merupakan Bisnis yang resikonya dapat Anda terima?
Semoga Bermanfaat

LAKUKAN YANG TERBAIK



Alhamdulillah, kami kembali sebuah tulisan di hadapan Anda. Semoga Anda selalu bahagia dan selalu di dalam pemeliharaan Allah Subhaanahuu Wa Ta‟aalaa.

Sahabat Ku, hidup adalah permainan, tapi hidup bukan untuk main-main. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini, semua selalu ada hikmahnya yang luar biasa bagi siapa pun. Dalam permainan yang “nyata” ini, setiap individu berhak memilih peran apa yang ingin dimainkannya. Lain itu, tanpa sepengetahuan Anda, Allah Subhaanahuu Wa Ta‟aalaa
pun telah mempersiapkan takdir terbaik untuk Anda dan hamba-hamba Allah lainnya.

Allah mengetahui peran apa yang terbaik untuk setiap hamba-Nya , dan Allah pun memiliki hak agar setiap hamba-Nya mau memainkan peran itu. Adapun, mengenai sejauh mana Allah akan menggunakan “hak”-Nya, tentu saja Anda tidak bias mengukurnya, dan tidak perlu mengukurnya.

Yang penting, tugas Anda adalah : lakukan saja yang terbaik. Lantaran syariatnya, tetap Anda lah yang MEMILIH peran yang ingin Anda mainkan. Sehingga, wajar saja apabila Allah kelak tetap meminta pertanggungjawaban kepada Anda atas segala peran yang telah Anda pilih dan mainkan tersebut.

Sahabat Ku, kini apa pilihan Anda? Apa peran yang ingin Anda mainkan? Ingin menjadi pribadi seperti apakah Anda? Ketahuilah, apa pun pilihan Anda, tidaklah masalah , selama Anda siap menanggung resikonya. Setiap pilihan selalu memiliki resiko, mulai dari resiko yang teringan hingga resiko yang terberat. Uniknya, para pecundang sejati ENGGAN menghadapi resiko yang berat, padahal ia ingin menjadi orang yang hebat. Ketahuilah, semakin hebat peran yang dipilihnya maka semakin berat resiko yang akan dihadapinya. Sehingga, CIRI para pecundang sejati adalah : sangat menyukai cara yang INSTANT dan Culas , dan sangat gerah dengan cara yang INTAN (butuh proses) dan Cerdas .

Para pecundang bermimpi mendapatkan ikan paus, tapi malah memancingnya di sungai, parit, ataupun selokan. Mereka masih berkhayal dapat merasakan manisnya iman, padahal sholat shubuh saja sering kesiangan . Mereka masih saja sangat mengharapkan syurga dengan instant, yaitu “ibadah seminimal mungkin – raih syurga seluas mungkin”.
Padahal mereka pun memahami bahwa menuju syurga itu mesti mengamalkan paket- paket ibadah, berupa “kurikulum standar” yang sudah ditetapkan-Nya.

Ya, merekalah orang-orang yang menginginkan sukses pada “ujung”-nya saja. Padahal kesuksesan itu merupakan sebuah marhalah , atau tahapan, atau jalan, yang mana terdiri dari : awal, proses, hingga ujung. Orang-orang yang bertipe instant - bukan bertipe intan, SANGAT MENYUKAI hasil yang baik, tapi enggan melewati nya dengan proses yang layak. Merekalah tipe-tipe manusia yang menyukai “Kaya Mendadak”. Padahal, kaya mendadak bisa berakibat pada “Miskin Mendadak”, yang berefek jauh lebih menyakitkan. Bagi mereka, yang penting nilai ujiannya bagus, dan tidak penting bagaimana cara mendapatkan nilai bagus tersebut.


 

Mereka menghindari “proses” yang mereka anggap panjang dan melelahkan, sehingga,mereka mencari-cari jalan kreatif plus licik, yang sangat mendekati perilaku ahli neraka, dan tentu saja jauh dari kebiasaan ahli syurga. Merekalah orang-orang yang takut gagal dalam usahanya yang LURUS , sehingga mereka tidak mau mencoba menggapai impiannya dengan jalan yang benar, yakni jalan yang diridhoi Allah, Mereka lebih suka berbicara daripada bekerja, lebih suka mencuri daripada mencari, lebih suka memfitnah daripada berbenah, lebih suka mencemooh daripada memberi contoh, dan lebih suka menyontek daripada menjadi jujur intelek.

Sahabat Ku, mari Buka TELINGA, buka MATA, dan Buka HATI Anda saat ini. Ketika masalah hadir, ketika kegagalan menyapa, ketika nilai ujian buruk terukir, ketika kegundahan menerpa, dan ketika frustasi mulai mampir , maka yakinkan pada diri Anda, dengan SEYAKIN-YAKINNYA, bahwa Anda bisa melaluinya dengan selamat. Bagi
Anda, JUSTRU semakin besar permasalahan Anda, maka semakin besar pula kualitas diri Anda untuk menjadi pribadi yang luar biasa, tentu saja ketika Anda MAU menghadapinya dan BISA menuntaskannya. Ingatlah “Pilihan” sudah satu paket dengan resikonya. Cita-cita besar sudah dipaketkan dengan masalah-masalah besar. Ikan Paus sudah dipaketkan dengan samudera. Pelaut ulung sudah dipaketkan dengan ganasnya samudera. Ya, pelaut ulung tak mungkin terlahir hanya dari laut yang tenang. Perlu gelombang laut yang dahsyat, yang hadir sebagai pembukti kualitas diri sang pelaut, bahwa ia memang benar-benar dilahirkan sebagai pelaut sejati.

KINI, apa pun masalah Anda, YAKINLAH bahwa setiap masalah yang hadir selalu dipaketkan dengan solusinya. Tidak mungkin Allah menzolimi hamba-hamba-Nya, tidak mungkin Allah memberikan masalah tanpa disertai solusinya. Seringkali, tugas Anda hanya lah berusaha menemukan, mana solusi tersebut. Percayalah, solusi itu ada di
sekitar Anda. Buka Telinga, Mata, dan Hati Anda. Mungkin banyak alternatif solusi yang ditawarkan kepada Anda. Mintalah kepada Allah. Pilihlah yang terbaik, apa adanya, pasrah, rileks, dan bertawakallah kepada Allah Subhaanahuu Wa Ta‟aalaa.  TAHUKAH ANDA, selama Anda betul-betul yakin, maka “ketaqwaan” Anda akan segera membantu Anda, sesulit apa pun kondisi Anda. Kalau hari ini ketaqwaan Anda belum bisa mengantarkan Anda kepada solusi, berarti yang masalah bukanlah “beratnya masalah” tersebut, tetapi yang seharusnya Anda lakukan adalah, tingkatkan ketaqwaan Anda. Tak perlulah menghindari masalah, sebab masalah adalah niscaya, hari-hari sulit ibarat pil pahit yang dihadirkan sebagai ujian kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Nikmati saja prosesnya, jalanilah setiap nafasnya dengan senyuman. Sebab, kalau Anda lari dari masalah, bisa jadi sebenarnya Anda sedang lari dari kasih sayang Allah
Subhaanahuu Wa Ta‟aalaa.









 

Senin, 21 Januari 2013

Konsep EKSTRA dengan 7-AS

Konsep EKSTRA dengan 7-AS, yaitu :
1. Kerja IKHLAS 

2. Kerja JELAS
3. Kerja TEGAS 
4. Kerja ANTUSIAS 
5. Kerja MAWAS
6. Kerja CERDAS
7. Kerja TUNTAS 

Minggu, 20 Januari 2013

Fleksibel

Jika kita tahu bahwa langkah yang sedang kita ambil tidak membuahkan hasil maka kita harus merubah strategi, cari cara lain. Salah satu buku yang banyak menerangkan mengenai langkah ini adalah buku "Dare to fail" karangan Billi Lim. Billi menyebut dirinya pakar kegagalan. Kolonel Sanders ditolak berkali-kali, bahkan kakek berusia 62 tahun itu harus rela menghabiskan waktu kurang lebih 2 tahun untuk hidup di mobil, dalam upayanya menjual resep ayam gorengnya. Hingga akhirnya ada yang mau membelinya dan sekarang restoran KFC ada di mana-mana.
Thomas Alfa Edison, mengalami kegagalan ribuan kali dalam membuat percobaan lampu pijar. Ungkapannya yang terkenal setiap kali percobaannya gagal : saya tidak gagal, saya hanya mengetahui satu cara lagi yang tidak berhasil. Paulus Winarto, seorang pengarang muda yang berhasil menjadi best seller author untuk buku pertamanya mengatakan bahwa ia ditolak hingga 6x sebelum buku pertamanya itu ada yang mau menerima, sekarang ia merupakan seorang yang sangat produktif di usianya yang masih sangat muda.
Yang anda harus ingat : mereka merubah pendekatan atau caranya tapi tidak merubah impian mereka. Yang banyak terjadi, ketika kita mempunyai suatu impian dan kita mengalami kegagalan dalam perjalanan mencapainya, yang kita rubah adalah impian kita bukan cara kita mencapainya.
Kalau anda telah melakukan langkah 1 s/d 5, maka besar kemungkinan yang akan anda rubah adalah caranya tetapi bukan impian anda, kenapa ? Karena impian yang anda kejar adalah yang berhubungan dengan yang anda sukai (langkah 1 dan 2) dan anda telah menemukan alasan yang kuat (langkah 3). Dengan melakukan sesuatu yang anda sukai, maka dalam mengejar impian anda tidak merasakan suatu beban ditambah lagi dengan adanya alasan yang kuat yang akan selalu memotivasi anda.

Jumat, 18 Januari 2013

CARA MEMILIH PASANGAN BAGI YANG BELUM PUNYA ATAU MAU NAMBAH

Tips mendapatkan calon pendamping hidup diantaranya :
  1. Dalam memilih pasangan haruslah seiman (satu kepercayaan), percaya kalo calon istri atau suami tidak akan  selingkuh atau melakukan perbuatan lain yang mengakibatkan retaknya  jalinan rumah tangga.
  2. Dalam memilih pasangan hidup tidak harus cakep, ganteng, cantik ataupun seksi tetapi pilihlah calon pendamping yang kaya sekalipun orangnya jeleknya minta ampun. Karena rupa bisa dioperasi,apalagi  dengan teknologi sekarang yaitu operasi plastik.  Bilang pada dokter bedah plastik, pilih plastik yang bagus, jangan pilih  plastik yang daur ulang jika nanti mendapatkan calon suami/istri yang  harus dioperasi plastik.
  3. Sekali lagi fisik itu ngga’ penting sehingga tuk calon suami body/badan pasangan ngga’ usah dihiraukan  betul. Maka dari itu calon suami hendaknya memilih pasangan yang  gembror/gendut (bapuk=bhs tegal) (kaya’ Pretty Asmara)  untuk pasangannya. Hal ini dimungkinkan karena suatu saat nanti jika  menikah tertimpa kemalangan sampai-sampai tidak kuat beli kasur bisa  pakai badan si pasangan (istri) sebagai pengganti kasur, kan enak lebih ngirit ketimbang ngga’ mampu beli kasur.
  4. Tuk calon istri pilih suami yang tinggi semampai,  tujuannya untuk apa ?, jika nanti barumah tangga misalnya ada  lampu-lampu diplafon yang harus diganti, minta aja ke suaminya tuk  ngambilin lampu yang mati. Atau jika musim hujan banyak genting yang  bocor minta juga ke suaminya tuk mbenerin genteng yang bocor, kan lumayan ngga’ usah beli tangga.
  5. Carilah pasangan hidup yang sejalan.  Hal ini untuk menghindari dari pasangan supaya tidak salah alamat  ataupun minimal tujuan kemana-mana sama. Misalnya jika mau kencan di  salah satu restoran maka ya…, minimal ke restoran yang sama (jangan yang  lainnya). Kalo mau pulang ke rumah ya harus sama lamatnya (jangan yang  satu ke rumah yang satunya ke tetangga karena tetangganya masih single).
  6. Bagi calon suami carilah  istri yang punya jidat sempit, bibir tebal.  jidat sempit menunjukkan pola pikir yang sempit sehingga nantinya istri  ngga’ macem-macem dan ngga’ kritis jika nanti suami macem-macem. Bibir  tebal menunjukkan daya seks yang kuat sehingga nanti bila berumah tangga  jika suami atau anaknya ingin memiliki lesung pipi minta si istri untuk mencium kuat-kuat pipinya sampai berlesung, atau mau berlesung dahi dengan cara yang sama…
  7. Bagi calon istri calirah suami yang punya jidat lebar, bibir tipis. Jidat lebar menunjukkan pola pikir yang terang dan positip. Sehingga  jika istri berbuat yang macem-macem (selingkuh dengan tetangga,  menggunakan uang belanja yang tidak semestinya, beli kosmeik yang  mahal-mahal dll) si suami ngga’ akan curiga karena selalu positif thinking ( berpikiran positif). kalo bibir tipis perempuan  identik banyak omong tetapi hal ini tidak untuk kaum lelaki ini  dikarenakan semakin banyak omong maka bibir akan cepat  cape.  Ini  senada jika lelaki ototnya kecil tenaganya lemah lain dengan lelaki yang  berotot besar tenagapun besar.
  8. Jangan memilih pasangan karena hanya fisik atau hatinya saja tetapi yang penting adalah pribadinya. Punya rumah pribadi, mobil pribadi ataupun apartemen pribadi. Hal ini  bertujuan jika setelah nikah nanti bisa ditempati bareng-bareng kan enak  ngga’ usah pusing-pusing mikirnya.
  9. Carilah pasangan yang umurnya lebih tua, beda 20 tahun atau selebihnya ngga’ masalah.  Hal ini dimungkinkan jika pasangan anda lebih tua akan cepet  sakit-sakitan dan akhirnya KO dengan sendirinya. Nah kalo sudah begini  warisan kan lebih cepet didapat…Tulngga’..?
  10. Sekali Lagi carilah pasangan yang lebih kaya, hal  ini akan bisa merubah nasib jika nanti bersanding dan menikah siapa  tahu dapat mencuri ilmunya ataupun resepnya menjadi orang kaya. Kalo  ngga’ curi aja hartanya atau minta kepada dukun atau sejenisnya supaya  merubah pikirannya agar ngga’ bisa berpikir sehingga kekayaannya jatuh  ketangan kita. Haa…haaa….haa…
 
Itulah sekelumit tipsnya, kalo ada yang cocok silahkan pake, kalo  ngga’ ada ya…buang aja nih tipsnya ke tempat sampah terdekat.

Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti

Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli, Tapi pedulilah dengan orang lain! maka anda pasti akan dipedulikan… Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia. Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis. Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu Jangan menunggu proyek, baru bekerja. Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu Jangan menunggu dicintai, baru mencintai. Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang. Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera. Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti. Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti Jangan menunggu sukses, baru bersyukur. Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu Jangan menunggu bisa, baru melakukan. Tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa! Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti